Thursday, 17 April 2014

Lingkungan dan Permasalahannya

      Seperti yang kita ketahui bahwa setiap lingkungan pasti mempunyai permasalahannya masing-masing, dan pada hari ini, saya akan membahas mengenai permasalahan-permasalahan yang terdapat dilingkungan tempat tinggal saya yaitu di lingkungan RT saya, RT. 44, dan cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan tersebut.
Permasalahan-permasalahan yang terdapat di lingkungan saya di antaranya:
1. Tempat pembuangan sampah umum yang kurang terawat.
2. Sungai yang sepertinya telah di alih fungsikan menjadi tempat sampah raksasa.
3. Selokan yang kurang berfungsi dengan baik.
4. Kurangnya tempat sampah sehingga masyarakat setempat suka membuang sampah seenaknya.


      Alasan mengapa saya berpendapat bahwa keempat masalah itu sangat mengganggu lingkungan yaitu didasari pada pengalaman saya sendiri, seperti poin pertama yaitu tempat pembuangan sampah umum yang kurang terawat. Kondisi tempat pembuangan sampah umum yang ada di lingkungan saya dapat dikatakan sangat kurang terawat. Selain digunakan untuk membuang sampah, terkadang, sebagian masyarakat, entah itu adalah warga di lingkungan RT kami sendiri atau orang lain, sering menggunakan tempat samp;ah itu untuk buang air kecil sehingga, dapat anda bayangkan jika bau air kencing dicampur dengan bau sampah yang menumpuk, sudah pasti akan menimbulkan bau yang tidak sedap, terlebih lagi tempat sampah umum itu berada di dekat jalan umum, pastinya akan sangat mengganggu orang-orang yang lewat di depan tempat sampah itu. Permasalahan kedua yaitu mengenai sungai yang saya rasa telah di alih fungsikan sebagai tempat sampah raksasa. Kenapa saya dapat berkata demikian? Karena sering sekali saya lihat, ketika sungai itu surut,ada banyak sekali sampah di dasar sungai tersebut, dan ketika air sungai itu sedang pasang, kita dapat melihat sampah yang kebanyakan berasal dari limbah rumah tangga mengapung di sungai tersebut. Permasalahan ketiga yaitu mengenai selokan yang kurang berfungsi dengan baik, apalagi ketika hujan turun. Selokan yang memiliki fungsi sebagai tempat mengalirnya air malah tidak dapat berfungsi dengan baik karena adanya sampah yang menyumbat. Masalah tersebut berkaitan dengan sikap warga sekitar yang cenderung suka membuang sampah sembarangan.

      Solusi yang dapat saya tawarkan yaitu, sebaiknya ketua RT di lingkungan saya kembali mengadakan kegiatan kerja bakti. Kegiatan kerja bakti telah dihentikan dan saya sendiri tidak tahu apa alasannya. Padahal, kegiatan kerja bakti itu sangat penting, selain menjaga kebersihan lingkungan, juga akan meningkatkan rasa gotong royong antar warga di lingkungan kami. Selain kerja bakti, saya rasa masyarakat di lingkungan saya juga perlu diberikan penyuluhan tentang seberapa pentingnya lingkungan yang sehat dan bersih itu, agar mereka dapat menyadari betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan berhenti membuang sampah sembarangan dan juga agar menyadari bahwa fungsi tempat sampah umum yaitu sebagai tempat membuang sampah, bukan toilet umum . Cara lain yang dapat dilakukan berkaitan dengan kurangnya tempat sampah yaitu, sebaiknya ketua RT  atau pihak yang bertanggung jawab di lingkungan saya dapat menambah jumlah tempat sampah agar masyarakat  mulai membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya. Itulah beberapa solusi yang dapat saya tawarkan untuk lingkungan saya. Bagaimana dengan anda?

38 comments:

  1. Postingan yang bagus, penjelasan tentang masalah lingkungan RT 44 dan solusinya sudah sangat baik. Saya hanya ingin menambah solusi lain, yaitu ketua RT dapat memperkejakan seorang pemungut sampah yang akan mengambil sampah rumah tangga warga setiap pagi dan membawa sampah-sampah itu ke TPU. Upah dari pemungut sampah itu bisa didapati dari iuran bulanan yang dikenakan pada tiap warga. Semoga dengan solusi-solusi yang kita buat, lingkungan yang besih dapat dicapai di RT 44 . :)
    dari : Fitria Masturah

    ReplyDelete
  2. Menarik sekali. Tapi saya ingin menambahkan. Jika warga di situ sering melakukan hal-hal tersebut terus menerus. Maka akan mengakibatkan hal yang lebih buruk, contohnya saja banjir. Selain saling mengingatkan kepada sesama warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Bisa saja membuat suatu hukuman atau denda jika seseorang membuang sampah sembarangan. seperti halnya negara singapore. Mungkin permasalahannya akan jauh lebih baik :)
    Dari : Miftakhul Jannah ( semester 2)

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Posting anda sangat detail dan baik, saya hanya ingin menambahkan mungkin ketua RT bisa memberi penyuluhan atau sosialisasi tentang akibat jika mereka membuang sampah sembarangan sehingga mereka bisa menyadari bahwa dampak dari apa yang mereka lakukan itu bisa merugikan diri mereka sendiri, selain itu juga ketua RT bisa memberi sanksi yang tegas untuk orang2 yang melanggar peraturannya seperti membuang sampah sembarangan.
    Dati : viviyana (06011181320002) semester 2

    ReplyDelete
  5. Postingan yang bagus :) Menurut saya, solusi yang Anda tawarkan sudah baik, karena ada yang bersifat preventif (pencegahan) dan represif (sanksi). Saran saya, ada baiknya juga diberlakukan sistem 3R (Reuse, Reduce, Recycle) yang dapat dilakukan sebagai pengolahan sampah tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan yang berarti, misalnya sampah plastik yang dapat didaur ulang menjadi tas belanja. Agar sistem ini lebih mudah dilaksanakan, perlu dibuat tempat pembuangan sampah terpisah (organik-anorganik) agar sampah menjadi gampang untuk diambil tanpa perlu repot untuk memilahnya terlebih dahulu. Sekian.

    ReplyDelete
  6. menurut saya, posting yang udah anda tulis sudah sangat jelas dan terperinci, serta cepat dimengerti bagi pembaca, namun saran saya adalah sebaiknya ada "tukang sampah" yang bisa mengambil sampah sehari sekali, manakala setiap bulan warga diharuskan membayar iuran bulanan sampah, karena di tempat saya setiap hari khusus ada "tukang sampah" yang mengambil sampah setiap hari dan kami harus membayar sampah sebulan sekali kepada "tukang sampah" , dan menurut saya itu adalah solusi yang bagus untuk masyarakat setempat. Dan mungkin diharuskan ada lomba kebersihan setiap bulan dimana itu adalah kreatifitas RT nya sendiri agar bisa menjaga kebersihan lingkungan setempat. dan jika TPU sudah bersih karna hal tersebut tidak mungkin orang mau buang air seni di tempat sampah tersebut.
    DARI : WIDYANTI RAHAYU NING TYAS (SEMESTER 2 BUKIT)

    ReplyDelete
  7. Postingan yang menarik. Saya hanya ingin menambahkan sedikit. Menurut saya akan lebih baik jika sosialisasi tentang kebersihan dilakukan pertama kali, agar warga sekitar sadar akan pentingnya hidup sehat. Selain itu, saya sebagai salah satu pengguna jalan jujur saja sangat terganggu apabila melewati tumpukan sampah di pinggir jalan. Oleh sebab itu, alangkah baiknya agar sampah-sampah yg berserakan di pinggir jalan tersebut dibuang/dipindahkan ke TPU yg jauh dari tempat manusia beraktivitas. Setelah bersih dari sampah, warga dapat membuat tulisan agar warga tidak lagi membuang sampah di tempat tersebut. Itu saja mungkin saran dari saya, semoga bermanfaat.

    Amalia Agustin Cici

    ReplyDelete
  8. pertama saya ingin menanggapi permasalahan mengenai sampah, komentar pertama yang disampaikan saudari Fitria Masturah sangat bagus, saya ingin menanbahakan.
    solusi yang pertama.
    1. Kalau di kota saya tepatnya dilingkungan rumaha saya, Petugas sampah yang berjumlah sekitar 3 orang akan menagmbil sampah dari setiap rumah rutin pada hari senin dengan menggunakan mobil truk sampah. Sampah setiap rumah dimasukkan kedalam karung dan diletakkan di depan rumah masing2 warga sehingga pada hari senin petugas sampah dapat menagmbilnya.
    2. Jika rumah warga berada pada gang2 yg sempit hendaknya diangkut mengunakan motor truk sampah, atau RT setempat dapat menyediakan sebuah bak sampah besar yang dapat menampung sampah2 warga. Jika jalan rumah warga sangat sempit dan tidak memungkinkan untuk truk mobil atau truk motor mengambil sampah, setiap warga dapat membuang sampah2 mereka sendiri ke tempat pembuangn sampah yang telah disediakan oleh RT setempat.

    RAMALIA ASTUTI

    ReplyDelete
  9. oh ya, saya ingin bertanya kepada saudari Dwi Aprilianti. Selokan yang berada di area rumah anda merupakan selokan yang berukuran besar atau kecil karena kalau di tempat tinggal saya,selokan2 kecil yang sudah dibersihkan dari sampah2 disemen atau ditutupi sehingga itu mengurangi tindakan warga membuang sampah di selokan. Tapi kalau selokan itu lumayan besar, saya setuju jika diadakan gotong royong bersama untuk membersihkan selokan tersebut dimana setiap warga ikut andil dalam kegiatan tersebut sehingga mereka bisa merasakan dan menyadari betapa pentingnya menjaga kebersihan. Mereka yang membersihkan alangkah sayangnya jika mereka juga yang akan mengotorinya,

    RAMALIA ASTUTI

    ReplyDelete
  10. solusi yang saya tawarkan mengenai permasalahan sungai yang telah beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah raksasa yaitu mungkin pemimpin suatu daerah atau kota dapat membentuk sebuah bendungan yang akan menyaring air sungai tersebut sehingga sampah2 yang telah memenuhi sungai dapat tertahan dan bisa dibersihkan oleh petugas sampah yang akan mengambil sampah2 tersebut setiap harinya.

    RAMALIA ASTUTI

    ReplyDelete
  11. mengenai masalah tempat sampah yang kurang terawat dan digunakan sebagai tempat buang air kecil. Itu lah mungkin sebaiknya pemerintah setempat tidak menyediakn bak sampah umum yang berdekatan dengan jalan raya karena pemandangan atau pun bau yang ditumbulkan akan sangat mengganggu masyarakat yang berlalu lintas, dan juga mungkin tidak adanya pemberitahuan mengenai dilarang bagi siapa pun untuk buang air kecil di area tempat sampah tersebut.

    RAMALIA ASTUTI

    ReplyDelete
  12. Menurut saya, solusi yang anda berikan sudah cukup baik, tapi saya juga setuju dengan masukan yg diberikan oleh Ria Karina yaitu diberlakukannya sistem 3R, dengan sistem 3R ini selain dapat mengurangi sampah, juga dpt menghasilkan berbagai ide kreatif, misalnya dengan memilah sampah organik dan non organin, jika sampah orgnaik seperti sayuran busuk atau daun kering dapat dijadikan pupuk organik yang dapat digunakan oleh masyarakat di RT 44. Dan untuk sampah nonorganik seperti kaleng cat, botol plastik, bisa dibuat kerajinan tangan yang sangat unik dan bernilai jual.Selain itu juga, sebaiknya di tepi sungai hendaknya diberikan papan peringatan agar warga sekitar tidak membuang sampah di sungai tersebut.

    Kananda Agustina (06011381320001)

    ReplyDelete
  13. saya sangat setuju solusi yg anda berikan untuk mengatasi permasalahan lingkungan di RT 44 dan saya juga setuju dengan tanggapan dari ria karina dengan memberlakukan sistem 3R untuk memilah sampah-sampah yg menumpuk di lingkungan tersebut.Tetapi saya kurang setuju dengan solusi yg diberikan oleh kananda agustina untuk memasang papan peringatan "tidak membuang sampah" agar warga disekitar tidak membuang sampah di sungai tersebut.cara itu menurut saya kurang efektif dan warga pasti mengabaikan papan peringatan tersebut.solusi saya adalah untuk meminimalisir warga membuang sampah ke sungai perlu adanya tindakan/sanksi keras dari dinas kebersihan setempat. dan ketua RT di tempat tersebut perlu menghimbau warganya untuk tidak membuang sampah di sungai lagi. M.irwansyah putra (06011281320014)

    ReplyDelete
  14. saya setuju dengan solusi yang anda berikan. akan tetapi semua solusi yang anda berikan harus diiriingi dengan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungan sekitar terutama dalam hal sampah, karna apabila tidak didukung oleh keinginan diri sendiri untuk menuntaskan maslah ini akan sulit terlaksana lingkungan yang baik dan bersih karena tidak adanya kesadaran diri masyarakat dan pribadi untuk menjaganya. makadari itu kita sebagai masyarat yang baik harus sadar akan lingkugan sekitar kita sehingga masalah-masalah seperti ini jangan sampai terjadi di lingkungan kita. dan kita meski menjaga lingkungan agar tetap besih dan nyaman
    miftahul jannah (06101401032)

    ReplyDelete
  15. posting yang cukup bagus dan solusi yang cukup bagus untuk menyelesaikan masalah di RT44 tersebut tapi disini saya ingin mau menambahkan kalo seharusnya pemerintah melakukan blusukan-blusukan perlu kita ketahui bukan hanya di RT44 tetapi masih banyak di daerah lain yang mendapatkan permasalahan sampah ini , dan seharusnya pemerintah harus bergerak cepat untuk membersihkan sampah di sungai-sungai yang tercemar , ini kembali lagi kepada diri kita sendiri untuk merawat , menjaga ,dan melestarikan lingkungan kita , dimana kita harus buang air dan buang sampah tidak semestinya di sembarang tempat

    ARIK ERIYANTO (06011381320006)

    ReplyDelete
  16. Postingan Anda cukup bagus, Anda menjelaskan permasalahan ini dengan detail, ini juga merupakan masalah yang menarik di diskusikan untuk menanggulangi masalah yang ada di RT44 ini. Anda juga sudah cukup baik menjelaskan solusinya. Saya hanya ingin menambahkan solusi yang menurut saya ada yang kurang. Penyuluhan mengenai dampak lingkungan kepada warga itu bagus, supaya warga tahu mengenai dampak buruk akibat membuang sampah sembarangan. Menurut saya perlu sekali adanya perhatian dari pemerintah sekitar bukan hanya penyuluhan. Karena itu tidak membuat efek jera bagi si pelaku pembuangan sampah sembarangan tersebut. Pemerintah seharusnya bersifat tegas dengan membuat peraturan bagi yang merusak dampak lingkungan, dengan diberi semacam hukuman atau skorsing. Itu sudah cukup menurut saya untuk menimbulkan efek jera kepada pelaku. Kemudian pemerintah juga menyediakan tempat sampah dalam jumlah banyak, supaya hal ini tidak terjadi lagi dan lingkungan terjaga dari dampak buruk.

    dari: AHMAD FANNY (06011381320030)

    ReplyDelete
  17. Postingan anda sudah cukup bagus. Menurut saya pemerintah harus ikut turun tangan dalam permasalahan sampah ini, tidak hanya di RT44 melainkan seluruh kawasan di Indonesia. Pemerintah harus menegakkan hukum yang tegas bagi pembuang sampah sembarangan, dan pemerintah harus melakukan penyuluhan tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan bersih. Karena masyarakat lah yang membuat dan menjaga lingkungan bersih dan masyarakat pula yang menerima dampaknya.
    Pemerintah harus memperbanyak jumlah tempat sampah dan alangkah baiknya bila tempat sampah itu dibedakan antara organik dan anorganik. Mengapa? Karena dapat mengurangin timbunan sampah, mengurangin pencemaran lingkungan dan nilai ekonomis, seperti yang Ria sebutkan 3R (reuse, reduce, recycle). Proses 3R ini bisa kita lakukan bila kondisi sampah tersebut masih baik. Tapi kalau sudah terlanjur bercampur dengan sampah lain yang mudah membusuk dan basah, akan lebih susah untuk digunakan kembali. Maka dari itu tempat sampah sebaiknya dipisah.



    NADYA REZKHITA DWIANA (06011381320005)

    ReplyDelete
  18. Paparan yang anda berikan sudah bagus dan terperinci. Masalah yang anda ungkapkan sebagai permasalahan lingkungan merupakan permasalahan-permasalahan yang umum dan ada baiknya untuk diperbincangkan serta diberikan solusinya. Menurut saya, point yang anda berikan mulai dari point ke-1 sampai dengan point ke-4 memiliki inti permasalahan yang sama, yaitu sampah. Saya sangat setuju dengan keempat point tersebut, karena memang dewasa ini sampah sepertinya menjadi salah satu kendala terbesar bagi kehidupan manusia yang sering menimbulkan kerugian seperti banjir, wabah penyakit, dan sebagainya. Untuk solusinya, saya setuju dengan saudari Amalia Agustin Cici bahwa hal yang pertama kali harus dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi kepada warga-warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menyadarkan mereka akan pentingnya menjaga kebersihan, karena pada umumnya, manusia/warga itu sendiri lah yang menyebabkan masalah-masalah itu terjadi. Ulah tangan manusia yang sering membuang sampah sembarangan, misalnya saja pada selokan, membuat fungsi selokan tidak bekerja dengan baik. Begitu pula dengan sungai yang telah beralih fungsi menjadi tempat sampah, itu juga akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Dan tempat sampah yang tidak terawat juga merupakan hasil dari perbuatan manusi yang tidak menjaga lingkungan. Oleh karena itu, manusia itu sendiri lah yang pertama-tama harus dibenahi agar tercipta rasa cinta lingkungan di dalam dirinya. Agar mereka dapat memperlakukan lingkungan mereka dengan sebagaimana mestinya. Setelah itu, barulah solusi-solusi lain dapat dilakukan, misalnya saja dengan memperbanyak jumlah selokan, agar tempat penampungan air hujan pun semakin banyak dan dapat menghindari banjir. Selain itu juga mungkin dapat diberlakukan peraturan resmi dari pemerintah tentang pembuangan sampag sembarangan. Pemerintah dapat membuat peraturan atau UU resmi yang mengatur hal tersebut dan bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi yang tegas. Dengan demikian, warga akan merasa bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan karena itu merupakan kewajiban mereka apalagi sudah diatur di dalam peraturan resmi negara. Mungkin solusi-solusi tersebut dapat dijadikan salah satu alternatif dalam menyelesaikan permasalahan ini. Semoga bermanfaat.

    DITA RIZKI ANGGRAINI (06011281320007)

    ReplyDelete
  19. saya sangat seteju dengan semua pendapat teman teman,seperti fitria yang mengatakan bahwa harus adanya tukang sampah yang memunguti sampah tersebut dan mengangkutnya ke tpu dan pendapat ramalia astuti bahwa sebaiknya ada tukang sampah yang menggunakan motor jika ia ingin memungut sampah di gang kecil agar lebih efektif. saya hanya ingin menambahkan bahwa ada baiknya ada kerja sama yang baik antar pemerintah dan masyarakat contohnya: pemerintah dapat memindahkan tpu yang berada di pinggir jalan ke tempat yang kurang padat penduduk agar tidak menyebarkan bau taksedap dan mengaggu aktifitas warga serta adanya kesadaran masing masing di antara mayarakat agar membuang sampah pada tempatnya. dengan cara diadakan penyuluhan,adanya tukang sampah yang dibayar perbulan serta kerja sama warga agar mengadakan kerja bakti dan membuang sampah pada tempatnya. selain itu dalam penyuluhan itu ketua RT harus memeberikan penjelasan tentang efek membuang sampah sembarangan pada lingkungan disekitar mereka sendiri.trimakasih semoga bermanfaat .

    ULFAH OKTAVIANI (06011381320004)

    ReplyDelete
  20. Dari masalah-masalah yang penulis kemukakan diatas, dapat saya tarik kesimpulan bahwa faktor utama penyebabnya adalah kurangnya fasilitas pembuangan sampah yang memadai. Mengenai pengalihfungsian sungai menjadi tempat pembuangan sampah raksasa, hal itu mungkin dikarenakan oleh letak pembuangan sampah yang jauh dari pemukiman warga dan akhirnya warga pun mengambil jalan singkat dengan membuang sampah ke sungai.

    Saya rasa bentuk-bentuk sosialisasi, penyuluhan atau larangan untuk membuang sampah akan sia-sia saja dan tidak akan memberikan perubahan apabila tidak ada perkembangan dalam hal fasilitas pembuangan sampahnya.

    Saya sangat setuju dengan saran-saran yang dikemukakan teman-teman seperti mempekerjakan petugas khusus yang akan mengumpulkan sampah dari tiap kotak sampah yang ada dirumah-rumah, hal seperti ini sudah terealisasikan dilingkungan rumah saya dan ini sangat efektif.

    PUSPA LINDA HAPSARI (06011281320004)

    ReplyDelete
  21. Postingan yang sangat bagus, tetapi saya ingin menambahkan sedikit.
    Solusi yang tak kalah pentingnya yaitu kesadaran warga atau kecintaan warga terhadap lingkungannya, karena jika kesadaran dan rasa cinta terhadap lingkungan tidak ada maka mereka tetap akan membuang sampah sembarangan walaupun di lingkungan tersebut sudah disediakan tempat sampah. Jadi,menurut saya kesadaran dan rasa cinta terhadap lingkungan sangatlah penting.

    Solusi selanjutnya, dapat menciptakan ide-ide kreatif dari sampah-sampah tersebut, maksudnya warga harus dapat mendaur ulang (recycle) sampah yang mereka hasilkan menjadi barang-barang yang menarik. Misalnya : 1. botol plastik => dapat didaur ulang menjadi lampion dan lain sebagainya.
    2. plastik => dapat didaur ulang menjadi tirai dan lain sebagainya.
    sampah-sampah tersebut dapat didaur ulang menjadi apa saja sesuai tingkat kekreatifan masing-masing.
    Selain itu sampah sayuran (sampah organik) dapat didaur ulang menjadi pupuk organik.
    Dari hasil daur ulang tersebut dapat dijadikan sumber penghasilan.

    Menurut saya itu solusi yang dapat saya tawarkan. Terima kasih


    Dari : Villia Reviani
    NIM : 06011381320032

    ReplyDelete
  22. Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi bagian dalam kehidupan manusia, bahkan saat ini masalah lingkungan telah menjadi isu global dan penting untuk dibicarakan karena menyangkut kepentingan seluruh umat manusia. Namun, untuk mengatasi ini, pemerintah telah mngadakan analisis AMDAL.
    Teni Sulata
    06011281320009
    sesuai dengan Landasan hukum pelaksanaan AMDAL di Indonesia, antara lain (Suratmo, 2002):

    1. UU No. 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup.

    2. Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang AMDAL.

    3. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 11 Tahun 2006 tentang jenis rencana usaha dan atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL.

    4. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 8 Tahun 2006 tentang pedoman penyusunan AMDAL.

    5. Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. 299 Tahun 1996 tentang pedoman teknis kajian aspek sosial dalam penyusunan AMDAL. Banyak solusi yang akan didapat bila ada Amdal

    ReplyDelete
  23. contohnya:
    1.Kondisi pasar yang becek dan kumuh dan sering kebanjiran ketika musim hujan


    · Perlu dilakukan pembersihan saluran air oleh masyarakat, pengelola pasar, dan pemerintah daerah. Serta dilakukan penyadaran dan pelatihan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan

    · Perlu dilakukan pengaspalan jalan atau pembuatan paving blok agar kondisi pasar menjadi baik.

    2.Banyak sampah yang menumpuk di bagian belakang pasar dan pengolahan sampah yang buruk.


    · Penambahan tempat sampah dan petugas kebersihan.

    · Pengelompokan sampah menjadi organik dan anorganik untuk selanjutnya diolah menjadi nilai tambah.

    3.Beberapa pedagang banyak yang tidak melakukan pemasangan listrik secara resmi (mencantol listrik secara illegal)


    Peningkatan dan pengawasan penegakan hukum yang tegas.

    4.Sanitasi yang buruk dan sarana wc yang kurang banyak.

    Perlu dilakukan perbaikan sanitasi dan penambahan jumlah wc oleh pengelola pasar dan pemerintah setempat untuk kenyaman pedagang, pembeli dan terutama masyarakat sekitar.
    Teni Sulata
    06011281320009

    ReplyDelete
  24. Postingan yang sangat bagus dan solusi yang anda tawarkan juga sudah baik namun saya hanya ingin menambahkan jika sebagian besar yang membuang sampah sembarangan di lingkungan rt anda adalah warga rt anda sendiri maka hal pertama yang dilakukan adalah meyadarkan warga akan pentingnya kebersihan serta akibatnya jika lingkungan kurang bersih atau bahkan kotor.Jika setiap warga sudah menyadari akan hal ini maka ketua rt dapat memberikan fasilitas seperti sapu dan juga kotak sampah untuk setiap rumah .Mengenai warga dari rt lain yang membuang sampah , warga rt anda yang sudah menyadari akan pentingnya kebersihan akan menegur warga lain yang membuang sampah sembarangan . Terima kasih .

    Nama : Naomi dwi aprina NIM :06011381320023

    ReplyDelete
  25. Saya hanya ingin menambahkan pendapat dari teman-teman semua. Seperti yang kita tahu masalah terbesar dalam lingkungan kita adalah sampah. Sampah yang berserakan dapat menimbulkan masalah yang cukup serius diantaranya yaitu penyebaran penyakit (demam berdarah), banjir dan polusi udara. Ada beberapa cara untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih yaitu: 1. Membuang sampah pada tempatnya, jangan dibuang disembarang tempat. 2. Membersihkan rumah dari kotoran dan debu. 3. Bersihkan halaman rumah secara rutin supaya terlihat bersih dan nyaman bila dipandang. 4. Membersihkan selokan-selokan yang ada sampahnya agar tidak tersumbat air. 5. Sampah yang sudah dibuang kalau sudah banyak sebaiknya dibakar. Jika sampah organik bisa Anda manfaatkan sebagai pupuk. 6. Menutup tempat penyimpanan air, mengurus bak mandi secara rutin, mengubur barang-barang bekas. 7. Buanglah sampah pada tempatnya, bersihkan tempat yang kotor, biasakan hidup bersih. Dengan melakukan hal diatas, setidaknya kita sudah meminimalisasi bahaya penyebaran penyakit. Disamping itu, agar lingkungan tetap asri dan sejuk, sebaiknya kita menanam pohon minimal 1 disetiap rumah.

    Rosida Yuliani Harahap (06011381320029)

    ReplyDelete
  26. postingan yang anda berikan sudah cukup bagus,
    ya seperti di lingkungan saya juga sampah masih menjadi masalah,akibat kurangnya kesadaran masyarakat dengan arti hidup sehat. Walaupun sudah di sediakan tempat pembuangan sampah tetapi masih saja membuang sampah di tempat yang tidak seharusnya,misalnya di sungai dan tempat yang harusnya bebas dari sampah. Namun,hal ini tidak bisa hanya menyalahkan warga,RT di tempat saya juga kurang perhatian terhadap warga. Saya rasa solusi yang anda berikan sudah sangat efektif dan saya setuju. Dengan solusi tersebut saya juga berharap permasalahan2 di lingkungan saya bisa teratasi dengan :)


    Yeti Ruspiani (06011381320031)

    ReplyDelete
  27. Postingan yang anda berikan sudah sangat jelas. Intinya agar tercapai lingkungan yang bersih baik dan terjaga. Kita harus menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan sekitar kita.Sehingga kita dapat menjaga dengan baik lingkungan yang ada di sekitar kita. Tidak perlu di advokai terlebih dahulu oleh kepala Rt atau sebagainya. Mulailah dari diri sendiri.

    Hesti Retno Meiratri
    06011281320001

    ReplyDelete
  28. Postingan yang anda buat sudah sangat jelas dan cukup menarik. Namun saya akan menambahkan beberapa lagi untuk solusinya. Menurut saya, tidak harus dengan solusi yang bertele-tele dulu. Mulailah dari kesadaran diri sendiri akan lingkungan, tetapi hal ini juga pun diperlukan bantuan dari warga setempat. Ada baiknya jika ketua RT 44 tersebut memberikan sosialisasi pada warga dan bermusyawarah untuk solusinya. Seperti yang telah anda sebutkan, kerja bakti salah satunya. Kerja bakti adalah salah satu cara yang paling efektif, dan jika hal ini ingin dilakukan secara rutin, ada baiknya jika menjadwalkan kegiatan ini juga. Seperti 2 atau 3 kali seminggu. Lingkungan sekitar memang sangatlah penting dan juga harus dirawat bersama, saya harap dengan adanya beberapa solusi ini lingkungan RT 44 bisa menjadi lebih baik lagi :')

    Fairuz Retno Intani
    06011381320013

    ReplyDelete
  29. Uraian konkrit yang anda sampaikan sangatlah realistis dan saya bermaksud untuk menambahkan solusi yg menurut saya sangat penting yaitu peran orang tua yg harus menanamkan character building kepada anak-anakny dan juga kita sebagai seorang kakak yg harus menunjukkan perilaku cinta lingkungan kepada generasi adik kita lainnya, dan saya harap agar d lingkungan rt.44 tersebut menyediakan kotak sampah. D setiap teras rumah. Selain itu saya juga berpikir "alangkah baiknya apabila di RT.44 trsebut tersedia satu tempat penampungan sampah yg besar" agar masyarakat setempat dapat membuang sampahnya d tempat penampungan tersebut bukan d selokan raksasa.dan hal itu akan memudahkan petugas kebersihan untuk mengangkut sampah yg ada.terima kasih --Siska Anggrayani 06011381320008

    ReplyDelete
  30. postingan yang sangat menarik mengenai solusi permasalahan lingkungan di lingkungan Rt. 44. Di sini saya akan menambakan solusi seperti yang saudari Dwi paparkan mengenai penyuluhan.
    menurut saya akan lebih baik jika di dalam penyuluhan Narasumber mengarahkan atau memberikan cara utuk mendaur ulang sampah seperti plastik, botol minuman bekas baik yang plastik ataupun kaleng agar menjadi kerajinan tangan yang bermanfaat dan bernilai jual sehingga, dapat menambah penghasilan masyarakat itu sendiri khususnya Ibu-ibu rumah tangga.
    kemudian untuk sampah yang tidak bisa di daur ulang ketua Rt setempat bisa menunjuk atau mempekerjakan seseorang untuk memungut dan membuang sampah tersebut ke TPU setiap paginya. Sebagai imbalannya setiap warga harus membayar iuran wajib setiap bulannya ke pada pekerja tersebut. itu saja pendapat dari saya. Semoga bermanfaat:)

    Nama : Ayu Apriyesi Wulandari
    NIM : ( 06011381320037 )
    class B

    ReplyDelete
  31. Postingan anda bagus dan saya setuju dengan pendapat teman-teman semua. Menurut saya, solusi pertama yang bisa dilakukan adalah bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berjanji kepada diri sendiri bahwa tidak akan merusak lingkungan dan selalu menjaga lingkungan. Solusi yang kedua adalah membuat tempat pembuangan sampah yang besar dan terawat, lalu sampah-sampah dibuang di tempat itu, dan kemudian sampah-sampah tersebut disalurkan ke tempat pembuangan besar yang terdapat di kota. Solusi yang ketiga adalah membersihkan selokan dan lebih baik lagi jika memperbanyak selokan supaya tidak terjadinya banjir. Solusi yang keempat adalah menyediakan banyak tempat sampah yang berukuran sedang. Kalau menurut saya, sebaiknya tidak usah menunggu tempat sampah yang diberikan oleh pemerintah karena membutuhkan waktu yang lumayan lama, jadi sebaiknya setiap rumah menyediakan tempat sampah berukuran sedang dan khusus untuk tempat sampah yang ditaruh di jalan disediakan oleh ketua RT. Solusi yang kelima adalah tidak membakar sampah karena bisa mengakibatkan polusi udara. Solusi yang terakhir adalah menciptakan karya-karya yang indah dari sampah. Banyak warga-warga yang kreatif jadi tidak ada salahnya jika sampah dibuat menjadi karya yang indah lalu dijual. Itu bisa menambah penghasilan dan mengurangi sampah-sampah yang menumpuk. Jika solusi-solusi itu dilakukan maka lingkungan anda di RT 44 akan lebih baik. Demikian pendapat saya mengenai postingan anda. Maaf jika ada kesalahan .
    (GHINA SALSABILA – 06011281320011)

    ReplyDelete
  32. Artikel yang anda posting mengenai lingkungan dan permasalahannya ini sangat menarik untuk dibahas, dan saya sependapat dengan solusi yang anda tuliskan. Disini saya hanya akan menambahkan sedikit mengenai pendapat saya.
    Seperti yang kita tau bahwa masalah sampah merupakan salah satu masalah terbesar di Indonesia, dan sebagai warga yang baik hal pertama yang mesti kita lakukan adalah dari diri kita sendiri dahulu yaitu dengan tidak membuang sampah di sungai atau selokan. Karena apa yang kita lakukan akan berdampak bagi diri kita sendiri.
    Dan solusi saya untuk ketua RT setempat, sebaiknya memperkerjakan seorang "tukang sampah" untuk menanggulangi masalah buang sampah sembarangan tersebut. Dan untuk masalah sungai yang tercemar, seperti yang kita tau pemerintah kita memiliki dinas kebersihan kota, nah seharusnya lembaga tersebut di gunakan dengan baik. terima kasih

    Abelia Putri _ 06011281320021

    ReplyDelete
  33. Penjelasan dan artikel yang baik mengenai permasalahan lingkungan yang dihadapi warga RT.44. Keempat masalah tersebut menurut saya pribadi merupakan permasalahan yang kerap muncul dilingkungan masyarakat kita pada umumnya. Hal tersebut tidak terlepas dari tingkat kesadaran warga masyarakatnya yang masih sangat rendah terhadap kebersihan, terlebih lagi kebersihan lingkungan sekitar yang notabene merupakan lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Kebersihan lingkungan sangat erat kaitannya terhadap kesehatan. Semakin bersih lingkungan tempat tinggal seseorang maka akan semakin meningkat pula indeks taraf tingkatan kesehatan masyarakat yang mendiami wilayah tersebut.
    Dalam hal ini, RT tempat tinggal Dwi, RT.44 dijadikan sebagai sample nyata akan rendahnya tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan mereka sendiri. Dimulai dari tempat pembuangan sampah umum yang kurang terawat, Sungai yang sepertinya telah di alih fungsikan menjadi tempat sampah raksasa, Selokan yang kurang berfungsi dengan baik, Kurangnya tempat sampah sehingga masyarakat setempat suka membuang sampah seenaknya. Saya pikir keempat hal tersebut dapat dihindari, tentu saja dengan menimbulkan kembali rasa kepedulian dan tanggung jawab serta rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Selain itu peran serta aparatur daerah setempat harus lebih digiatkan lagi dalam hal memberikan arahan dan pengertian kepada warga masyarakatnya akan betapa pentingnya lingkungan yang bersih. Dengan demikian diharapkan kebersihan dilingkungan tersebut akan kembali meningkat dan warga nya dapat terhindar dari berbagai macam penyakit akibat pengaruh yang ditimbulkan oleh lingkungan yang kotor. Dari penjelasan saya diatas terlihat jelas bahwa "kesadaran" dari masyarakatlah yang memiliki andil yang cukup besar terhadap bersih atau tidaknya lingkungan. Demikian dari saya, apabila ada yang kurang mohon kritikannya dan semoga bermanfaat :)



    Nama : Ahmad Hafiz Pratama
    NIM : 06011381320014
    kelas B

    ReplyDelete
  34. Setiap permasalahan terhadap lingkungan atau masyarakat tentu perlu adanya kerja sama untuk mencari solusi yang terbaik. setelah itu tentukan sistem sistem apa yang harus dilakukan untuk mencegah ke 4 permasalahan tersebut. Ada sistem tentu perlu tindakan dan pelaku. maka, dari itu salah satu contoh, sistem tesebut adalah kenakan denda terhadap yang membuang sampah sembarangan dan daur ulangan sampah organik dan non organik. dan banyak lainya. Yang pasti "Ada sistem tentu perlu TINDAKAN dan PELAKU" dengan ditunjang berbagai fasilitas yang mendukung.

    ReplyDelete
  35. Saya setuju dengan pendapat teman-teman dengan adanya petugas sampah. Menurut saya dengan adanya petugas sampah dari RT 44 dan juga RT lain sehingga lingkungan terlihat bersih dan nyaman. Dengan adanya petugas ini membuat sampah yang awalnya berserakan dimana pun dan tempat yang tidak terawat sebelumnya menjadi lebih baik dan enak di pandang. Sebagai tambahan adanya Kotak sampah yang berbeda, Misalnya Sampah Organik (Yaitu sampah yang mudah membusuk atau sampah yang dapat terurai oleh aktivitas organisme pembusuk. Organisme pembusuk itu misalnya Azotobacter, Cacing, Rhozobium dan sebagainya. Bahan yang mudah teruarai seperti makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.)Sampah Anorganik (Yaitu sampah yang tidak mudah membusuk atau sampah yang tidak dapat terurai. Kalaupun dapat terurai, butuh waktu yang sangat lama. Seperti plastik, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, bekas pulpen, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan kerajinan.)Sampah B3 ( Bahan Berbahaya Beracun ) (Yaitu sampah yang sangat berbahaya dan bersifat mematikan bila terkena manusia/hewan.). Dan juga, adanya gotong-royong rutin yang diadakan oleh ketua RT, sehingga sungai yang tidak berfungsi karena menjadi tempat sampah dapat berfungsi kembali dan selokan yg berfungsi kurang baik dapat berfungsi kembali tanpa sumbatan sampah.


    VIVI PERMATASARI (06011381320016)

    ReplyDelete
  36. saya setuju dengan seluruh pendapat teman-teman, saya akan menambahkan sedikit, menurut saya untuk mengatasi empat masalah tersebut dapat diatasi dengan beberapa hal
    1. Merawat dan menambah jumlah bak sampah disekitar RT 44
    2. Bergotong-royong dalam membersihkan sampah yang ada di sungai
    3. Mengumpulkan dan mendaur ulang sampah-sampah tersebut menjadi barang-barang yang bernilai guna
    4. Memberikan sanksi kepada pelaku yang membuang sampah sembarangan.
    5. Jika sanksi pun tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut, saran saya diadakan sayembara/lomba membersihkan sampah. Siapa saja yang dapat membersihkan sampah tersebut maka mereka akan diberikan hadiah sehingga hal tersebut dapat menimbulkan minat dan semangat bagi masyarakat setempat sadar untuk dapat membersihkan lingkungannya dari sampah.

    terima kasih&semoga bermanfaat :)

    Erfina Intan Pratiwi
    06011281320016

    ReplyDelete
  37. saya setuju dengan seluruh pendapat teman-teman, saya akan menambahkan sedikit, menurut saya ada beberapa hal yang dapat mengatasi empat masalah tersebut yaitu
    1. Merawat dan menambah jumlah bak sampah disekitar RT 44
    2. Bergotong-royong dalam membersihkan sampah yang ada di sungai
    3. Mengumpulkan dan mendaur ulang sampah-sampah tersebut menjadi barang-barang yang bernilai guna
    4. Memberikan sanksi kepada pelaku yang membuang sampah sembarangan.
    5. Jika sanksi pun tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut, saran saya diadakan sayembara/lomba membersihkan sampah. Siapa saja yang dapat membersihkan sampah tersebut maka mereka akan diberikan hadiah sehingga hal tersebut dapat menimbulkan minat dan semangat bagi masyarakat setempat agar mereka sadar untuk dapat membersihkan lingkungannya dari sampah.

    terima kasih&semoga bermanfaat :)

    Erfina Intan Pratiwi
    06011281320016

    ReplyDelete
  38. Postingan yang diuraikan Saudari Dwi mengenai lingkungan dan permasalahannya beserta solusi dari setiap permasalahan tersebut sudah baik. Begitu pula dengan solusi yang ditawarkan teman-teman di atas. Saya hanya ingin menambahkan sedikit mengenai solusi dari permasalahan di atas yang dari keempat point permasalahan tersebut, dapat di ambil kesimpulan bahwa permasalahan utamanya ialah sampah. Menurut pendapat saya, melestarikan lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi dari balita sampai manula. Setiap orang harus menyelamatkan lingkungan hidup sesuai dengan kapasiasnya masing-masing. Sekecil apapun usaha yang kita lakukan akan besar hasilnya kelak bagi generasi selanjutnya. Begitu pula dengan permasalahan yang tidak lain ialah sampah. Rendahnya kesadaran masyarakat akan kesehatan lingkungan menjadi salah satu penyebab utama permasalahan lingkungan tersebut. Sebagai contoh, seperti yang telah disebutkan di atas, kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya yang menyebabkan menumpuknya sampah di berbagai tempat, sungai yang telah di alih fungsikan menjadi tempat sampah raksasa, dan selokan yang kurang terawat yang tentunya akan berpengaruh pada lingkungan kita. Semakin konsumtifnya masyarakat juga menjadi salah satu penyebab permasalahan lingkungan ini, dan untuk memecahkannya, sebagai masyarakat, tentu kita harus memulainya dari diri kita sendiri, tidak perlu mendapat perintah dari aparat berwenang setempat, contohnya: Ketua RT. Solusi yang dapat kita ambil dari permasalahan ini yaitu:
    1. Dengan membuang sampah pada tempatnya. Karena apabila kita membuang sampah tidak pada tempatnya contohnya pada selokan ataupun sungai. Hal tersebut akan memberikan dampak negatif untuk diri kita sendiri. Misalnya pada musim hujan, kedalaman sungai yang mulai dangkal akibat di alihfungsikannya sungai menjadi tempat sampah raksasa dapat menyebabkan banjir yang tentunya dapat kita rasakan sendiri akibatnya.
    2. Sebisa mungkin menggunakan produk ramah lingkungan. Sehingga penggunaan produk tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada lingkungan tempat kita tinggal.
    3. Pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat dikurangi dengan cara melakukan pengembangan usaha seperti mendaur ulang bahan-bahan yang sebagian besar orang menganggap sampah. Sampah sebenarnya dapat dijadikan barang lain yang bisa bermanfaat dan tentunya dengan pengolahan yang baik. Pengelolaan limbah sangat efisien dalam upaya untuk mengatasi masalah lingkungan. Dengan dilakukannya sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) untuk pengolahan sampah tanpa kerusakan terhadap lingkungan.
    Sekian dan terimakasih.
    Anggi Rudiyanti (06011281320008)

    ReplyDelete